_MG_0075

SEMINAR NASIONAL PENDIDIKAN LUAR SEKOLAH 2015

Minggu, 22 Maret 2015

_MG_0003 _MG_0026

 

Pada hari Sabtu, tanggal 21 Maret 2015 Program Studi Pendidikan Luar Sekolah baik S1 dan S2 STKIP Siliwangi Bandung telah melaksanakan Seminar Nasional Pendidikan Luar Sekolah dengan Tema “Penguatan Peran Pendidikan Nonformal dalam Membangun Karakter Bangsa” yang melibatkan pembicara Utama Dra. Hj. Popong Otje Djundjunan (anggota Komisi X DPR RI) dan Prof. H. Ace Suryadi, Ph.D. (guru besar UPI) dan peserta seminar sebanyak 204 orang pemakalah dan 233 orang peserta dari seluruh daerah dan berbagai latar belakang profesi. Seminar dilaksanakan di Gedung Aula Graha Panca Bhakti STKIP Siliwangi Bandung.

Seminar tersebut dilaksanakan sebagai wujud dari tridharma perguruan tinggi, yaitu pengabdian dan penelitian yang disosialisasikan kepada masyarakat luas melalui seminar nasional pendidikan luar sekolah. Sehingga berbagai inovasi yang dihasilkan dari penelitian yang dilakukan oleh seluruh sivitas akademika STKIP Siliwangi Bandung, maupun instansi lain dapat dipublikasikan secara luas dan benar-benar memberikan manfaat yang terbaik bagi masyarakat, sesuai dengan visi STKIP Siliwangi Bandung, yaitu Innovative Campus.

Seminar tersebut dibuka langsung oleh Bapak  Ketua STKIP Siliwangi Bandung, Bapak Dr. H. Heris Hendriana, M.Pd. Dengan memberikan amanat untuk terus membangun dan mengembangkan inovasi dalam bidang Pendidikan, terutama melalui Pendidikan Nonformal. Beliau juga mengemukakan bahwa pelaksanaan seminar ini merupakan salah satu strategi pencapaian dari visi STKIP Siliwangi Bandung yaitu innovative campus  dan sejalan dengan Rencana Induk Pengembangan (RIP) STKIP Siliwangi Bandung pada tahun 2014-2019 yaitu Innovation Campus.  Beliau juga mengundang para ahli Pendidikan Nonformal untuk senantiasa berpartisipasi dalam penguatan pendidikan nasional melalui implementasi program-program Pendidikan Nonformal. Beliau berharap melalui seminar yang dilaksanakan secara rutin setiap tahun ini dapat memberikan sumbangsih nyata bagi dunia pendidikan di Indonesia saat ini, terutama dalam pengembangan karakter bangsa yang kini tengah diguncang berbagai permasalahan. Pendidikan nonformal yang hadir di tengah-tengah masyarakat diharapkan dapat menjadi solusi dalam mengatasi permasalahan karakter masyarakat saat ini, karena di dalamnya terdapat berbagai akses yang sangat terbuka bagi seluruh lapisan masyarakat dalam mengakses layanan pendidikan dalam memperkuat karakter masyarakat pembelajar yang pembangun untuk mencapai visi pembangunan Indonesia ke depan.

Pelaksanaan seminar dilakukan dalam dua sesi, yaitu sesi Panel yang diisi oleh Pemateri Utama, yaitu Dr. (HC) Hj. Popong Otje Djundjunan dan Prof. H. Ace Suryadi, Ph.D yang berlangsung selama dua jam dilaksanakan di Gedung Aula Graha Panca Bhakti STKIP Siliwangi Bandung. Kemudian disusul dengan sesi pararel yang diisi oleh para pemakalah, yang menampilkan berbagai hasil penelitian yang telah dilakukan oleh masing-masing pemakalah, yang dilaksanakan di Gedung Aula, Gedung A dan Gedung D, STKIP Siliwangi Bandung.

Pada seminar ini, Ibu Dr. (HC) Hj. Popong Otje Djundjunan mengungkapkan sisi kebijakan pendidikan untuk membangun karakter Indonesia ke depan, terutama partisipasi masyarakat agar kebijakan tidak lagi selalu bermula dari atas (top down), tapi dapat pula diinisiasi dari masyarakat (bottom up). Sehingga masyarakat benar-benar berpartisipasi dalam berbagai sisi pendidikan. Apalagi kehadiran pendidikan nonformal juga dirasakan sangat membantu dalam mengembangka dunia pendidikan di Indonesia, yang tidak semua masyarakat dapat mengakses pendidikan formal dengan kualitas yang merata.

Dalam kesempatan ini pula, Prof. Ace Suryadi Ph.D. mengemukakan mengenai visi pengembangan pendidikan Indonesia ke depan melalui pengembangan KKNI, termasuk implementasi pendidikan nonformal dalam mendorong kemajuan dan pembangunan masyarakat melalui penguatan karakter. Menurutnya hal ini dapat membantu masyarakat untuk mengakses pendidikan dalam berbagai jalur pendidikan, baik informal, nonformal dan formal, dengan kualifikasi standar KKNI. Ini juga menjadi salah satu solusi pemerataan kualitas pendidikan di Indonesia menuju knowledge based community Indonesia.