KULIAH UMUM BERSAMA BERSAMA HARY TANOESODIBJO (CEO MNC GROUP)

Sabtu, 5 September 2015

_MG_0730

Untuk memperkenalkan pengembangan potensi kewirausahaan, pada hari Kamis (3/9/2015) STKIP Siliwangi melaksanakan kuliah umum dengan menghadirkan Bapak Hary Tanoesoedibjo (CEO MNC Group). Dilaksanakan di Gedung Graha Panca Bhakti STKIP Siliwangi Bandung, mengangkat tema “ Membangun perekonomian Indonesia Menghadapi Persaingan Ekonomi Global”. Kuliah umum tersebut dihadiri oleh Seluruh Dosen dan Pimpinan di lingkungan STKIP Siliwangi Bandung. Serta mahasiswa dari lima program studi S1 dan dua program studi S2.

Acara tersebut diawali dengan sambutan ketua STKIP Siliwangi, Dr. H. Heris Hendriana, M.Pd. yang mengungkapkan bahwa sebagai salah satu perguruan tinggi yang memilih visi Innovative Campus, Berkualitas Biaya Pas, STKIP Siliwangi Bandung sangat fokus pada upaya pengembangan kompetensi lulusan, bukan hanya penguasaan kognitif melainkan mampu mengembangkan dan memanfaatkan potensi yang ada di sekitarnya. STKIP Siliwangi Bandung yang saat ini memiliki 6.920 orang mahasiswa. Dan telah memiliki alumni lebih dari 24000 orang alumni. Dari 7 Program Studi di lingkungan STKIP Siliwangi.

Beliau menambahkan bahwa saat ini STKIP Siliwangi Bandung berfokus pada pembentukan katakter mahasiswa.  Dengan menyusun learning community. Shingga bukan sebagai guru profesional tapi juga mampu mengembangkan keterampilan kewirausahaan. Terutama untuk kemajuan bangsa indonesia di masa yg akan datang. Dan di akhir sambutannya, beliau mengungkapkan, “Mari membangun bangsa yg lebih baik”.

Mengawali kuliah umum, Bapak Hary Tanoesoedibjo mengungkapkan bahwa beliau telah mulai mengembangkan usaha pada usia 27 tahun, dan di usia 36 tahun sudah mendirikan bank.  MNC Gorup sekarang telah memiliki sekitar 30 ribu orang karyawan. Dalam kuliah umumnya, ia mengungkapkan bahwa permasalahan saat ini adalah kondisi berbangsa dan bernegara yang seringkali berhadapan dengan kondisi perekonomian yang masih berjalan tertatih. Karena, fundamen perekonomian belum terbentuk dengan baik. Inilah permasalahan utama ekonomi Indonesia saat ini. Oleh karena itu, pemerintah seharusnya sudah mulai menggulirkan kebijakan yang pro rakyat, dan melindungi sektor-sektor usaha kecil yang langsung bersentuhan dengan masyarakat kecil. Pemerintah harus mulai melindungi sektor usaha kecil yang lebih memberikan kontribusi terhadap penerimaan negara selain pajak. Ketergantungan negara terhadap pajak akan sangat merugikan terhadap keberlangsungan anggaran belanja dan pendapatan negara. Masyarakat harus terus dirangsang untuk mampu meningkatkan investasi bukan terus menerus bertahan dengan kebiasaan konsumsi. Mahasiswa menjadi salah satu pendorong dalam upaya peningkatan kualitas kehidupan bangsa dan negara. Oleh karenanya, perlu untuk terus dikembangkan kemampuannya dalam bidang kewirausahaan. Dan di akhir kuliah umum, Bapak Hary Tanoesoedibjo, memberikan tips agar mahasiswa dapat mengembangkan usahanya secara mandiri. Pastikan karir dengan fokus yang jelas. Agar mahasiswa bisa meraihnya dalam waktu yang efisien. Fokuslah pada kualitas pekerjaan. Bekerja efektif, disiplin dan produktif

Pada kesempatan itu pula, Bapak Hary Tanoesoedibjo memberikan bantuan pendidikan kepada 21 orang mahasiswa dari 5 program sarjana dan 2 program pascasarjana.